Kamis, 10 Februari 2011

Resensi Novel Rahasia Bintang


Okay setelah Resensi novel Ai dan Refrain. Sekarang gue mau ngasih tau tentang resensi novel Rahasia Bintang. Novel ini ngaak kalah kerenya kok dari novel Ai sama Refrain. Jadi, mau baca novel ini juga nggak bakalan rugi

Resensi Novel Rahasia Bintang


Sejak ditinggal sahabatnya waktu kecil, Keysha nggak percaya lagi yang namanya sahabat. Baginya lebih baik mencari banyak teman daripada satu orang sahabat. Tapi semua berubah ketika dia mengenal Aji - cowok berandal, brengsek, tukang bikin onar, dan terkenal playboy di sekolah. Sejak mengenal Aji, setiap hari Keysha selalu jantungan menghadapi semua perilakunya yang gampang emosian. Apalagi ditambah musuh-musuh Aji yang jumlahnya bejibun. Keysha jadi merasa tidak aman dan terancam.

Tapi bagaimana jadinya kalau ternyata cowok brengsek macam Aji justru menaruh kepercayaan besar pada Keysha sehingga ia berani menceritakan rahasianya yang paling dalam? Dan apa jadinya kalau orang seperti Aji akhirnya jatuh cinta pada Keysha?

Kata-kata dalam Novel Rahasia Bintang

            Nah, seperti biasa kalau gue baca novel nggak lupa sama yang namanya menggaris bawahi kalimat-kalimat yang bagus. Jadi, setelah gue baca novel ini, hanya kata-kata inilah yang gue dapet.

“Setau gue yang namanya cinta itu cuma bisa dilihat lewat hati. Lo nggak akan sadar saat dia ada didepan lo. Tapi, lo akan sadar saat dia nggak ada disisi lo. LO AKAN SETIA MENUNGGUNYA MESKIPUNDIA NGGAK MEMEDULIKAN LO. DAN DISAAT DIA MENCINTAI ORANG LAIN, LO AKAN MELEPASKANNYA SUPAYA DISA BAHAGIA”.
“Ingin rasanya berteriak sekeras-kerasnya untuk memberi tahunya bahwa dia masih mengingatnya. MENGINGAT SAHABAT KECILNYA ITU”.
“Banyak rahasia dalam hidup ini yang nggak diketahui manusia”.
“Kadang orang nggak sadar, segala sesuatu yang terjadi didunia ini sudah diatur Tuhan sedemikian rupa. Tapi, percaya deh, dibalik semua kejadian yang menimpa, ada rahasia yang berharga banget dibaliknya. Selama ada kemauan yang kuat, segala masalah pasti dapat teratasi. Karena dunia itu letaknya ditangan bukan dihati”.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar